Ini Lho, 10 Cara Menjaga Kesehatan Organ Intim Bagi Para Wanita

Memiliki vagina yang sehat dan wangi tentunya merupakan idaman bagi setiap wanita. Dengan organ intim yang terawat tersebut bahkan akan membuat mereka lebih percaya diri. Oleh karena itu, para wanita pun tak sungkan untuk membersihkan vagina dengan berbagai cara.

Namun, seringkali tidak mengetahui mana perawatan yang tepat dan tidak akan menimbulkan iritasi serta infeksi. Lalu, bagaimana cara merawat vagina yang baik dan benar?

Cara menjaga kesehatan vagina

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim. Baik melalui medis ataupun perawatan secara mandiri. Nah, berikut ini tips ataupun cara-cara untuk menjaga kesehatan organ intim kamu.

  1. Membersihkan vagina secara rutin
Membersihkan vagina secara rutin
Membersihkan vagina secara rutin-foto:doktersehat.com

Hal yang pertama yang bisa kamu lakukan untuk menjaga vagina adalah membersihkannya secara rutin setiap selesai buang air kecil dan buang air besar. Dengan cara membasuh vagina dari arah depan (vagina) menuju ke arah belakang (anus). Hal tersebut berguna untuk menghindari perpindahan bakteri yang memungkinkan dari anus ke vagina yang dapat menimbulkan infeksi.

Selain itu, air yang kamu gunakan juga harus air yang bersih berupa air yang mengalir langsung dari keran. Penelitian mengungkapkan bahwa air yang mengalir dari keran mengandung lebih sedikit jamur candida albicans yang ada di dalam bak ataupun ember. Yaitu, hanya sekitar 10-20 %.

Setelah selesai membasuh vagina sampai bersih, langkah selanjutnya adalah mengeringkannya dengan handuk atau tisu toilet yang lembut agar tidak terjadi kelembapan di vagina kamu.

  1. Menjaga keseimbangan pH alami
Menjaga keseimbangan pH alami
Menjaga keseimbangan pH alami-foto:halodoc.com

Tingkat keasamaan yang dimiliki seorang wanita pada vaginanya sekitar 3,8 – 4,5. dengan tingkat keasaman tersebut, bakteri baik berupa lactobacillus akan tumbuh subur sementara pantogen akan mati sehingga infeksi dapat dicegah sejak dini.

Untuk membuat vagina kamu tetap berada pada pH yang normal, jangan membersihkan vagina menggunakan sabun pewangi, gel, atau antiseptik. Hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan pH dan bakteri baik dalam vagina kamu.

Selain itu, juga tidak dianjurkan untuk memakai produk pembersih kewanitaan (baik yang digunakan di luar atau disemprotkan ke dalam) karena bisa mengganggu pH normal pada vagina. Ditambah lagi, jangan menggunakan larutan khusus pembersih khusus vagina dikarenakan dapat meningkatkan resiko infeksi dan iritasi.

  1. Gunakan pakaian dalam yang tempat
Gunakan pakaian dalam yang tempat
Gunakan pakaian dalam yang tempat-bp-guide.id

Nah, untuk hal satu ini mungkin sering kamu abaikan. Yups! Pemilihan pakaian dalam yang tepat. Menggunakan pakaian dalam yang berbahan katun akan memungkinkan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, juga dapat lebih menyerap keringat. Hindari pemakaian bahan lain seperti nylon yang dapat memerangkap panas dan kelembapan sehingga bakteri malah mudah berkembang biak.

Jangan lupa untuk mencuci pakaian dalammu dengan sabun yang mengandung sedikit deterjen dan hindari pelembut pakaian. Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam secara teratur, terlebih saat sudah terasa lembab dan basah untuk mengurangi resiko tumbuhnya bakteri.

  1. Mencukur rambut kemaluan seperlunya
Mencukur rambut kemaluan seperlunya
Mencukur rambut kemaluan seperlunya-foto:cewekbanget.grid.id

Rambut kemaluan (bulu pubis) memiliki fungsi untuk melindungi vagina kamu dari bakteri, kotoran, keringat, hingga gesekan. Memiliki bulu pubis yang terlalu lebat sayangnya juga tidak baik. Hal tersebut dapat menahan keringat di sekitar vagina sehingga dapat menimbulkan pemicu berkembang biaknya jamur.

Maka dari itu, cukurlah bulu seperlunya saja. Jangan mencukur sampai habis namun cukup yang berbatasan dengan bibir kelamin saja. Kamu dapat memakai gel atau krim khusus saat mencukurnya agar vagina tidak lecet.

  1. Gunakan pelindung saat berhubungan seks
Gunakan pelindung saat berhubungan seks
Gunakan pelindung saat berhubungan seks-foto:alodokter.com

Penggunaan alat kontrasepsi (kondom dan diafragma) pada saat berhubungan badan haruslah tepat untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Karena jika pemakaiannya salah bisa menimbulkan iritasi pada vagina kamu.

Untuk itu, gunakan alat kontrasepsi dengan pelumas. Pilih pelumas yang berbahan dasar air. Jangan lupa untuk menghindari pelumas yang mengandung minyak gliserin atau petroleum karena dalam merusak kondom saat melakukan hubungan seks.

  1. Hindari penggunaan bedak
Hindari penggunaan bedak
Hindari penggunaan bedak-foto:pikiran-rakyat.com

Mungkin kamu seringkali memakai bedak untuk membuat vaginamu lebih harum namun mulai sekarang hindarilah kegiatan tersebut. Bedak mempunyai partikel-partikel halus yang memungkinkannya untuk mudah terselip dan kemudian mengundang jamur atau bakteri untuk bersarang di vaginamu.

Selain itu, juga dapat menyebabkan iritasi dan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, hindari penggunaan bedak pada organ kewanitaan. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan sabun yang menyegarkan. Caranya dengan mencampur beberapa tetes sabun khusus kewanitaan dan air hangat untuk membilas.

  1. Pilih pembalut yang sesuai
Pilih pembalut yang sesuai
Pilih pembalut yang sesuai-foto:hallosehat.com

Saat menstruasi, penting adanya memakai pembalut yang berdaya serap tinggi. Pemakaian pembalut yang berdaya serat tinggi dan lembut tersebut ternyata juga dapat mengurangi iritasi pada area kulit vagina kamu.

Selain itu, penting adanya untuk menghindari pembalut yang memakai wangi-wangian bagi kamu yang memiliki kulit yang sensitif. Dikarenakan terkandung zat kimia yang akan membuat vagina terasa gatal dan iritasi. Oleh karena itu, mulai sekarang kamu harus pandai memilih pembalut yang sesuai dengan kesehatan vaginamu.

  1. Pemakaian pantyliner
Pemakaian pantyliner
Pemakaian pantyliner-foto:hallosehat.com

Penggunaan pantyliner kurang dianjurkan kecuali memang lendirnya berlebihan. Kalau kamu benar-benar membutuhkan pantyliner, jangan lupa untuk selalu menggantinya setiap habis buang air kecil ataupun buang air besar.

Selain itu, hindari pemakaian pantyliner seharian. Hal ini dikarenakan cairan yang ada pada pantyliner akan membuat vagina kamu jadi lembab sehingga berpeluang munculnya jamur.

Jangan lupa untuk memilih pantyliner yang mengandung parfum agar tidak menimbulkan alergi berupa rasa gatal dan memperparah keputihan.

  1. Lakukan pemeriksaan di sekitar organ intim
Lakukan pemeriksaan di sekitar organ intim
Lakukan pemeriksaan di sekitar organ intim-foto:jawapos.com

Nah, untuk lebih amannya lebih baik kamu melakukan pemeriksaan secara rutin di area vagina kamu. Hal ini berguna untuk mengetahui apabila terjadi infeksi. Infeksi dapat ditandai dengan adanya terjadinya perubahan warna, dapat pula disertai bau yang tidak sedap, dan ada rasa gatal di area vagina.

Jika kamu menemukan gejala-gejala itu, maka berkonsultasilah pada dokter ahli obstetriginekologi atau dokter ahli kulit dan kelamin.

  1. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi-foto:aanwijzing.com

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, kamu bisa banget mulai mencegah timbulnya infeksi pada vagina dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Mungkin fakta satu ini baru pertama kali kamu dengar. Namun nyatanya apa yang kita konsumsi dapat berpengaruh pada kesehatan organ intim. Dengan menjaga pola yang sehat serta seimbang dapat membantu vagina agar tetap sehat, bersih, dan wangi.

Nah, apa salah satu cara menjaga kesehatan organ intim tersebut sudah kamu lakukan? Penting adanya menjaga kesehatan organ intim wanita agar tidak menimbulkan infeksi, iritasi ataupun bau yang tak sedap. Maka pilihlah perawatan yang tepat agar gejala-gejala tersebut tidak terdapat dalam vaginamu.

Selain cara-cara di atas, kesehatan vagina juga sangat dipengaruhi oleh hormon dan faktor psikologis kamu. Oleh karena itu, kondisi vagina akan selalu berubah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika belum timbul gejala-gejala pada vaginamu.