10 Tips Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Ya! Jangan Buru-Buru Ambil Keputusan!

Pernikahan adalah sebuah ritual membahagiakan yang begitu sakral. Setiap dari sahabat Biutita tentu memiliki impian mengenai pernikahan ideal masing-masing. Menikah adalah perihal kesepakatan, komitmen serta kesiapan. Menikah bukan sebuah kuis atau permainan jika gagal maka bisa untuk mencoba kembali.

Pernikahan Dan Realita Di Baliknya

Menikah
Menikah (Foto : tvovermind.com)

Cerita dalam kehidupan pernikahan tidak hanya menampilkan alur yang manis namun seringkali dan sudah pasti akan ada alur cerita yang mengarahkan pada sebuah permasalahan rumah tangga. Pernikahan sebaiknya dipersiapkan secara matang, dalam berbagai aspek bukan hanya kesiapan dalam satu aspek saja.

Sahabat Biutita perlu tahu bahwa ada banyak elemen yang perlu untuk dipersiapkan sebelum melangkah ke jenjang yang sepintas terlihat membahagiakan tersebut.

Mengapa menikah terburu-buru sangat tidak baik sahabat Biutita? Karena kenyataannya tidak jarang pasangan yang harus berakhir ditengah jalan akibat faktor terburu-buru dan tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi setiap persoalan dalam rumah tangga.

Berbagai Pertimbangan Yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah

Berikut beberapa tips sebelum memutuskan untuk menikah yang perlu sahabat Biutita ketahui.

  1. Apakah kriteria pasangan sudah cocok dan sesuai pilihan
Karakter cocok
Karakter cocok (Foto : inews.com)

Menikah berarti antara kamu dengan pasangan. Kecocokan menjadi salah satu alasan mengapa kebanyakan pasangan memutuskan untuk menaikkan satu tingkat hubungan mereka. Kriteria cocok tentu setiap orang berbeda-beda.

Pasangan yang memutuskan menikah berarti mereka bersedia menjalankan segalanya bersama, rasa kenyamanan ketika bersama tentu harus dicapai agar bisa saling melengkapi. Pasangan yang cocok akan cenderung terhindar dari banyaknya cekcok.

  1. Persetujuan keluarga dari kedua belah pihak
Restu keluarga
Restu keluarga (Foto : idntimes.com)

Menikah bukan hanya perihal 2 orang, namun juga kecocokan antar keluarga pasangan. Restu keluarga selalu berada diatas cinta dua orang anak manusia. Menyatukan 2 insan berarti juga harus menyatukan keluarga dari kedua belah pihak.

Jika telah mendapatkan restu dari kedua belah pihak tentu akan mudah untuk melangkah kearah selanjutnya. Meraih restu keluarga sama halnya meraih keharmonisan keluarga kedepannya.

  1. Punya rencana masa depan
Rencana masa depan
Rencana masa depan (Foto : finansialku.com)

Menikah bukan akhir dari target sebuah kehidupan. Setelah pernikahan tentu harus ada banyak hal yang direncanakan untuk dicapai bersama. Detail rencana masa depan pasca pernikahan tentu tidak sedikit. Banyak hal yang perlu untuk diurai menjadi sebuah rencana gamblang yang bisa diraih bersama.

Seperti perencanaan sumber keuangan keluarga, tempat tinggal, serta fasilitas yang menunjang kehidupan lainnya. Memiliki rencana masa depan menjadi tips sebelum memutuskan untuk menikah. Sebelum keputusan menikah jelas, perjelas terlebih dahulu rencana masa depanmu bersama pasangan ya!

  1. Siap berkomitmen
Siap berkomitmen
Siap berkomitmen (Foto : tribunnews.com)

Menikah bukan hal yang sederhana, dalam perjalanan pernikahan tentu akan banyak dijumpai lika-liku yang memerlukan suatu pengorbanan. Berkomitmen dengan tidak setengah-setengah tentu sangat diharuskan, agar pernikahan tidak semata menguntungkan atau merugikan salah satu pihak saja. Pernikahan adalah ikatan suci yang harus membahagiakan satu sama lain. Semua itu perlu adanya komitmen masing-masing pasangan.

  1. Siap menerima fakta pasca pernikahan
Fakta setelah menikah
Fakta setelah menikah (Foto : magazine.job-like.com)

Harapan dari sebuah pernikahan adalah setelahnya kita bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman selamanya, layaknya sebuah kisah dalam negeri dongeng. Pernikahan tidak selamanya akan menjamin hal tersebut. Hidup bersama dengan pasangan yang tentu bukan manusia sempurna, karena manusia meman tidak ada yang sempurna.

Penuh akan kekurangan dan seringkali melakukan kesalahan. Hal-hal sederhana seperti itu kadang akan mengurangi sedikit rasa nyaman bahkan aman bersama pasangan kamu. Bersiap diawal akan fakta-fakta yang tidak biasa selepas pernikahan, hukumnya wajib disadari.

  1. Siap berdamai dengan konflik
Berdamai dengan konflik
Berdamai dengan konflik (Foto : riauaktual.com)

Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang wajar bagi seluruh rumah tangga didunia ini. Konflik juga merupakan ornamen-ornamen yang menghiasi kehidupan pasca menikah. Pernikahan tidak mengusung tagline “happy ever after”, wajar pertikaian ada, namun ketika sudah menikah maka kamu harus siap berdamai dan menerima semua itu. Lari dari konflik adalah pantangan, menghadapi adalah sebuah kewajiban.

  1. Siap mental dan fisik
Siap mental
Siap mental (Foto : bloktuban.com)

Hal yang utama perlu dipersiapkan ketika akan menikah adalah mental dan fisik. Siap mental dan fisik dalam menjalani setiap resiko yang kemungkinan akan terjadi dalam bahtera rumah tangga. Membina rumah tangga yang tangguh akan bisa tercipta jika memiliki mental dan fisik yang siap.

  1. Bersedia menjalani kehidupan yang berbeda
Perbedaan setelah menikah
Perbedaan setelah menikah (Foto : bagikandakwah.blogspot.com)

Menikah berarti sebuah transisi kehidupan dari apa-apa serba sendiri kemudian menjadi segala sesuatunya harus melibatkan pasangan. Perubahan hal semacam itu tentu akan membuat kamu harus menyesuaikan bukan?

Setiap kepentingan kamu adalah kepentingan pasangan. Semua yang kamu lakukan tentu juga harus berdasarkan keputusan pasangan. Kesediaan untuk beradaptasi melakukan kehidupan baru adalah langkah awal sebelum keputusan tersebut bulat kamu lakukan.

  1. Pernikahan adalah proses belajar yang terus berlangsung
Pernikahan adalah pembelajaran
Pernikahan adalah pembelajaran (FOto : tribunnews.com)

Pernikahan memang bukan akhir dari segalanya, namun pernikahan adalah awal mula dari sesuatu yang baru. Cinta tidak menjadi faktor mutlak keberhasilan sebuah hubungan pernikahan.

Oleh sebab itu belajar banyak mengenai pasangan dan juga apa saja mengenai pernikahan sudah menjadi kewajiban dari kamu. Sebelum menikah pastikan kamu selalu ingin belajar mengenai itu, dengan begitu kesiapan akan terwujud dengan baik.

  1. Mengerti kondisi keuangan pasangan
Kondisi finansial
Kondisi finansial (Foto : magazine.job-like.com)

Finansial adalah masalah yang tidak kalah penting dalam hal ini. Menyadari dari awal kondisi keuangan pasangan tentu akan menjadi hal penting, agar kita tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi terhadap pasangan kita.

Mengerti dan menerima tentu akan menjadi hal begitu penting pula. Mengerti dari awal berarti kita berusaha untuk meredam rasa kecewa terhdap apa saja nanti yang bisa terjadi dalam hal finansial keluarga.

Bukan Siapa Yang Paling Cepat, Namun Yang Paling Siap

Ketika pernikahan adalah sebuah ritual suci, maka sudah sepantasnya kita menjaga kesucian tersebut selama-lamanya. Memutuskan untuk menikah tentu bukan sebuah keputusan yang sederhana, berfikir dengan pikiran jernih serta terbuka wajib hukumnya, agar kelak setiap keputusan yang kamu ambil tidak menodai sucinya sebuah pernikahan.

Menikah adalah ibadah, disegerakan bagi yang sudah siap, namun untuk kamu yang masih merasa ragu sebaiknya jangan terburu-buru. Banyak hal yang perlu untuk, dipelajari, dipahami mengenai kehidupan sebuah pernikahan. Jangan hanya mengambil keputusan menikah atas dasar nafsu saja ya.

Buat kehidupan pasca menikah lebih indah, dengan kita benar-benar siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Kalimat sah disaat akad nikah adalah sebuah pertanda bahwa kamu harus sah siap menerima segala bentuk kelebihan, kekurangan pasangan serta masalah atau bahkan kebahagian setelah menikah.

Menikah mendatangkan pahala bagi kamu yang siap lahir batin, namun akan mendatangkan dosa jika kamu tidak mengerti makna pernikahan yang sebenarnya. Hal penting lain yang perlu kamu sadari, jangan sampai menikah hanya karena paksaan salah satu pasangan, menikah adalah kesepakatan kedua belah pihak, bukan hanya kesiapan sebelah pihak saja.

Menjadi pasangan yang kompak dalam menentukan kapan akan menikah, sedikit tanda bahwa rumah tangga bisa dibangun dengan kekompakan juga. Selamat berfikir, kapan pantasnya kamu akan menikah. Jangan terburu-buru, nikah bukan tentang siapa yang paling cepat namun mengenai siapa yang sudah siap.